Fogging Bukan Langkah Utama Pencegahan Demam Berdarah

Jum'at, 02 Agustus 2019 18:46 D. Farhan Kamil Healthy

Fogging Bukan Langkah Utama Pencegahan Demam Berdarah

 

Koropak.co.id - Peningkatan jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tasikmalaya pada bulan Juni lalu seiring dengan perubahan cuaca, memicu keinginan masyarakat untuk dilakukan fogging di daerah-daerah yang diduga menjadi wilayah penyebaran epidemi penyakit DBD.

"Peningkatan keinginan masyarakat agar pemerintah melakukan fogging, ya cukup wajar dan hal itu sangat positif. Tetapi masyarakat pun harus paham bahwa fogging bukan satu satunya cara utama untuk memberantas nyamuk pembawa DBD. Fogging hanya untuk membunuh nyamuk dewasa," kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Dadan Hamdani, S.KM., M.SI, Jumat (02/8/2019).

Siklus kehidupan nyamuk mulai dari telur hingga menjadi nyamuk dewasa itu, rata-rata memerlukan 14 hari. Maka ketika dilakukan fogging, hanya nyamuk dewasa yang terbunuh sedangkan telur dan jentik-jentik nyamuk yang tersisa di media-media tertentu tidak ikut terbunuh," ujarnya.

 

Koropak.co.id - Fogging Bukan Langkah Utama Pencegahan Demam Berdarah

 

Baca : Waspada Demam Berdarah Cegah Jentik Nyamuk Dengan Gerakan 3M

Maka kata dia, salah saru cara yang paling efektif adalah memberantas sarang nyamuk atau PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) seperti dengan menguras, menutup dan mengubur tempat-tempat genangan air sebagai media ideal perkembangbiakan nyamuk.

"Kita mengajak masyarakat untuk memperhatikan dan membersihkan tempat-tempat yang ada genangan airnya. Karena genangan air mejadi tempat nyamuk bersarang dan berkembang biak. Minimal bersih-bersih dilakukan setiap hari jumat," ucapnya.

Menurutnya, fogging tidaklah sederhana karena membutuhkan biaya cukup besar hingga jutaan rupiah per sekali fogging. "Sejauh ini, pemerintah secara bertahap terus melakukan fogging di beberapa Kecamatan di antaranya, Singaparna, Sukarame, Puspahiang dan Pagerageung. Kita juga akan menggarap beberapa titik di beberapa kecamatan yang merupakan endemis DBD seperti Manonjaya, Singaparna, Sukarame, Ciawi, Salawu, Pagerageung, dan Cikatomas.*


Baca : Baiaya Biaya Fogging Mandiri Ternyata Butuh Anggaran Cukup Besar



Berita Terkait