Biaya Fogging Mandiri Ternyata Butuh Anggaran Cukup Besar

Jum'at, 02 Agustus 2019 17:23 D. Farhan Kamil Healthy

Biaya Fogging Mandiri Ternyata Butuh Anggaran Cukup Besar

 

Koropak.co.id - Kapala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Atang Sumardi mengatakan, sejauh ini fogging dapat dilaksanakan dengan mengandalkan swadaya masyarakat. Hal itu dilakukan karena pihak dinas tidak memiliki anggaran khusus untuk fogging.

Akibat tidak adanya anggaran khusus untuk biaya fogging, maka kebutuhan biaya fogging dibebankan kepada masyarakat. Warga terpaksa dimintai iuran dengan jumlah bervariasi mulai dari Rp 5.000 sampai Rp 15.000 per kepala keluarga (KK)

 

Koropak.co.id - Biaya Fogging Mandiri Ternyata Butuh Anggaran Cukup Besar (2)

 


Baca : Waspada Demam Berdarah Cegah Jentik Nyamuk Dengan Gerakan 3M

Ketika ditemukan indikasi penyebaran wabah DBD di suatu wilayah, maka kita lakukan fogging dan biasanya biaya fogging ditanggung oleh masyarakat setempat melalui swadaya maupun dari pihak donatur yang dikoordinir puskesmas.

"Untuk biaya fogging ditarik dari masyarakat yang dikoordinir oleh Puskesmas. Ada juga yang ditanggung pemerintah desa. Untuk satu kali fogging, membutuhkan biaya sekitar Rp 1.200.000. Biaya tersebut belum termasuk upah petugas penyemprot, rata-rata berjumlah tiga orang," tutur Atang, Jumat (02/8/2019).

Biaya tersebut dialokasikan untuk mengganti bahan bakar solar dan obat fogging yang dipakai petugas. "Bagi kalangan tertentu, biaya tersebut mungkin dianggap tidak seberapa, tetapi tidak halnya bagi kalangan masyarakat tidak mampu. Maka harapan ke depan pemerintah menyiapkan anggaran khusus untuk fogging," ucapnya.*


Baca : Musim Kemarau Kasus DBD di Kabupaten Tasikmalaya Meningkat



Berita Terkait