Paradigma Extreme Music Harus Diluruskan

Sabtu, 30 Maret 2019 14:33 Clara Aditia Musik

Paradigma Extreme Music Harus Diluruskan


Koropak.co.id - Pegiat musik yang juga personel band Gaijin, Falhan Basya menuturkan terkait event musik underground, ada sebuah paradigma publik yang harus diluruskan. Terutama dalam perizinan pelaksanaan event yang terkadang sulit didapatkan.

Demikian disampaikan musisi yang akrab disapa Aang The Great saat berkunjung ke Kantor Redaksi Koropak, Jumat (30/3/2019). Dikatakan Aang, ada sebuah paradigma yang salah yang berkembang, yang menyatakan bahwa event musik underground sangat rentan dengan kericuhan. Hal itu yang menyebabkan perizinan dalam pelaksanaan event musik underground sulit didapatkan.

"Dari sisi brutality, untuk genre-genre musik lain bisa lebih dari underground. Memang di underground ada joget moshing, pogo, headbang, bahkan sekarang ada human wall. Tampak terlihat seperti rusuh tapi seperti itu joget ala underground. Meski ada benturan badan, mereka tidak pernah sampai ribut. Justru di sana budayanya. Solidaritas mereka tinggi. Ketika ada yang jatuh, mereka saling bantu bangunkan," katanya.

 

 

Koropak.co.id - Paradigma Extreme Music Harus Diluruskan (2)

 

 

Namun banyaknya orang awam yang kurang paham terkait budaya di musik undergroud, ujar Aang, sehingga memandang hal itu dapat memancing keributan. Itulah yang menjadi salah satu alasan kenapa perizinan penyelenggaraan musik underground acapkali mendapat hambatan.

"Bagi anak underground, fun mereka di situ. Meski benturan badan, tapi adatnya seperti itu, bukan kericuhan bukan keributan," ucap Aang.

Sebetulnya, untuk menciptakan konser musik yang kondusif, dapat dikembalikan lagi kepada band masing-masing. Band harus mengambil peranan untuk mengedukasi penonton, khususnya fanbase yang hadir, agar dapat bersama-sama menjaga kondusifitas.

"Itu pula yang harus dijadikan pakem dalam setiap event. Kalau tidak mau dilarang tampil, ya dibantu edukasinya kepada penonton, khususnya fanbase. Hal itu pula yang dapat menjadi kunci pelaksanaan event musik yang aman dan kondusif, baik indoor maupun outdoor, di samping kesiapan Event Organizer dalam mengelolanya. Seperti halnya konser Burger Kill di Cilembang, beberapa kali mereka tampil, tetap lancar dan kondusif kok," ujarnya.

 

 Koropak.co.id - Paradigma Extreme Music Harus Diluruskan

 

Baca : Equality Anniversary Jilid 10 Digelar Besok

 

Dari segi bisnis, ujar Aang, event musik underground juga menjadi event yang menjanjikan. Tiket event musik underground selalu habis terjual. Hal itu dikarenakan para pecinta musik underground punya militansi yang kuat. Di samping itu, pihak event organizernya sendiri dapat mengelola komunitas-komunitas underground.

"Seperti halnya Equality Production, kenapa mereka dapat eksis hingga memasuki usia 10 tahun, dan setiap event-nya selalu sukses, karena berani untuk mengelola fanbase. Maka tak heran jika penonton setia musik underground yang digelar Equality Production datang dari berbagai daerah, bahkan termasuk Ciawi dan Karangnunggal. Itulah Equality Production, mampu membangun kedekatan dengan fanbase underground, sowan ke tiap komunitas, dan mereka sering sharing juga untuk merencanakan siapa saja talent di event mereka selanjutnya," tutur Aang.

 

Koropak.co.id - Paradigma Extreme Music Harus Diluruskan 2

 

Baca : Musikalisasi Puisi Harapkan Lahirkan Komposer Andal

Tidak terkecuali event Equality Anniversary Jilid ke-10 yang akan digelar di Gedung Kesenian Tasikmalaya, Minggu (31/3/2019). Event yang digelar dalam rangka anniversary Equality Production ke-10 ini, akan banyak menampilkan band-band underground kenamaan mulai dari Bloodsaw, Discorpse, Disease Poor People, Sensorium, Gaijin, Rotien Up, Muscular Distrophy, Servant of God, Wait The Fallen, Severed Sanit, Death Veil, Tuan Jenggot, Saturday For Punch, Atrium, The Last Wolf, Karinding Sadulur, Naon Ska, dan Pankpunk.

Guna menghangatkan suasana, Equality Production sebagai event organizer yang konsisten sejak 2008 menyuguhkan event-event musik underground itu, akan menghadirkan bintang tamu Sufism. Di akhir acara, Equality Production menghadirkan sharing musik dengan Kumank, personel Dead With Falera.*

 

Baca : Resume Giggs Ajang Ekspresi Para Musisi




Berita Terkait

Equality Anniversary Jilid 10 Digelar Besok

Equality Anniversary Jilid 10 Digelar Besok

30 Maret 2019

Equality Production mempersembahkan event akbar extreme music dalam Equality Anniversary jilid 10 yang akan digelar di Gedung Kesenian Tasikmalaya, besok Minggu…