HUT ke 29 Mandalangi Hotel

Jum'at, 25 Agustus 2017 12:33 Eris Kuswara Kuliner

HUT ke 29 Mandalangi Hotel

dari rumah makan menuju Resort Terkemuka

Koropak.co.id - Sejarah mencatat kehadiran Mandalawangi Hotel berawal dari sebuah rumah makan bernama Arum Sari yang didirikan H Adang Kamil pada 1976. Kala itu, nama rumah makan Arum Sari kian melejit seiring dengan raihan prestasi di ajang lomba masakan, khususnya pepes dan acar ikan dari tahun 1984 sampai 1986 yang berhasil menorehkan beberapa prestasi yang membanggakan, termasuk sebagai “JUARA” aneka masakan pepes dan acar ikan yang diselenggarakan Dinas Perikanan Jawa Barat pada tahun 1984.

Owner Mandalawangi Hotel, H Budi Mulyana SE.
Owner Mandalawangi Hotel, H Budi Mulyana SE.

Pada masa jayanya, Arum Sari merupakan pionir rumah makan bernuansa khas Sunda di Tasikmalaya baik dari tata ruang maupun menu makan yang disajikannya. Pernah mewakili Jawa Barat dalam rangka Hari Pangan sedunia yang di selenggarakan di Sukabumi dan yang paling membahagiakan, sang pemilik Rumah Makan Arum Sari diundang untuk berdialog tentang cara memasak pepes dan acar ikan oleh Presiden Soeharto.

Seiring dengan banyaknya usulan dari pelanggan agar selain rumah makan turut pula didirikan hotel, maka pada 24 Agustus 1988 didirikanlah Mandalawangi Hotel yang diresmikan Bupati Tasikmalaya kala itu, H Adang Roosman.
Hingga usianya yang ke-29 tahun yang jatuh pada Kamis (24/8/2017) kemarin, Mandalawangi Hotel terus berkembang dan bertransformasi menjadi hotel terkemuka yang melegenda di Kota Tasikmalaya. Owner Mandalawangi Hotel, H Budi Mulyana SE menuturkan nama Mandalawangi pertama kali diusung berdasarkan filosofi dari namanya yang menunjukan tempat nyaman dan terkenal.

“Hingga saat ini Mandalawangi Hotel senantiasa menawarkan kenyaman, alami, keterbukaan, serta familiar. Seiring dengan peningkatan mutu pelayanan, pengembangan fasilitas di Mandalawangi Hotel terus dilakukan, termasuk dengan menambah fasilitas gedung serbaguna Bale Panghegar pada 25 September 2000,” ujar H Budi yang juga merupakan atlet balap gokart itu.

Sampai saat ini, lanjut H Budi, Mandalawangi Hotel memiliki 36 kamar yang dibagi dalam 4 tipe, yaitu Deluxe, Standard, Superior, dan Familly. Sebagai wujud komitmen dalam meningkatkan pelayanan kepada tamu hotel, maka Mandalawangi Hotel akan terus berbenah meningkatkan kualitas dan fasilitas kamar hingga mencapai standar kualitas kamar di hotel bintang 3.

“Di tengah persaingan hotel di Kota Tasikmalaya yang semakin tinggi, kami akan hadir dengan dimensi berbeda melalui konsep resort yang mungkin menjadi resort yang pertama ada di Kota Tasikmalaya,” tutur H Budi yang juga memiliki beberapa unit bisnis mulai dari IT, Tours & Travel, Property, hingga motor niaga itu.
Guna memanjakan pengunjung khususnya tamu hotel, pada 10 Agustus 2017 Mandalawangi Hotel melaunching M’Cafe Resto yang mengusung konsep

“Young, Fun, Familly”. Selain lokasinya yang nyaman, M’Cafe Resto juga menawarkan beragam menu makanan lezat, dengan menu unggulannya Crab and Shell yang dibanderol hanya Rp 65.000.

“Di M’Cafe Resto, kami juga menyediakan kopi manual brewing asli nusantara dan import yang kelezatannya sangat menggoda para penikmat kopi Tanah Air. Segala menu kopi Arabica ada di sini yang diolah dengan teknik manual sehingga menyajikan citarasa dan aroma yang sangat khas.
Selain itu kami menyajikan kopi legenda tasikmalaya “Tjing tjong” dengan proses manual brewing dan tubruk yang tentunya akan mengangkat kearifan lokal Tasikmalaya ” ujarnya.*



Berita Terkait