Wedang Uwuh Memang Ampuh, dari Yogyakarta ke Banyak Negara

Selasa, 28 Desember 2021 12:45 Eris Kuswara Kuliner

Wedang Uwuh Memang Ampuh, dari Yogyakarta ke Banyak Negara

 

Koropak.co.id - Wisatawan yang berkunjung ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tentu tak asing dengan minuman yang satu ini. Selain mencicipi gudeg dan bakpia, masih ada satu jenis minuman yang legendaris.

Oleh-oleh khas dari daerah berjuluk Kota Pelajar ini namanya Wedang Uwuh. Minuman dari campuran kulit pohon secang, kayumanis, jahe dan lainnya.

Luar biasanya lagi, Wedang Uwuh juga kini sudah terdaftar sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Dalam sejarahnya, Kota Yogyakarta dikenal sebagai pusat kerajaan Mataram. Sementara itu, asal mula dari wedang uwuh sendiri berasal dari kisah Sultan Agung, salah seorang Raja Mataram yang bersemedi untuk mendapatkan penerangan dalam memilih lokasi yang akan digunakan sebagai makam dari raja-raja Mataram.

Diketahui, daerah Bukit Merak Imogiri akhirnya menjadi tempat bagi makam raja-raja Mataram yang terletak di Bantul atau 16 kilometer sebelah selatan Kraton Yogyakarta.

Diceritakan, Saat bersemedi pada malam hari, sang raja pun meminta kepada seorang pengawalnya untuk membuatkan minuman guna menghangatkan tubuh. Pengawal tersebut kemudian membuatkan wedang dari kulit pohon secang.

Nah, sejak saat itulah minuman penghangat tubuh itu berkembang, terutama di daerah Imogiri atau tempat asal mulanya minuman tersebut dibuat.

Salah seorang warga sekaligus Pemilik Usaha Wedang Uwuh, Edy Santoso mengatakan bahwa Uwuh berarti sampah, dan alasan mengapa dinamakan wedang uwuh karena bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatannya berupa dedaunan yang mirip sampah.

 

 

Baca : Warisan Budaya Tak Benda Indonesia Ini Bernama Mendoan

"Racikan wedang uwuh ini sendiri terdiri dari daun cengkeh, kayu manis, daun pala, jahe dan yang kita pakai jahe emprit, serta kayu secang. Untuk citarasa dari minuman ini pedas dari jahe dan rasa segar dari daun-daunan yang diseduh dengan air panas," kata Edy Santoso sebagaimana dihimpun Koropak dari voaindonesia.com, Selasa 28 Desember 2021.


Sementara itu, pemilik usaha Wedang Uwuh lainnya, Dwi Karti Handayani (51) menuturkan bahwa dirinya lahir dan dibesarkan di Imogiri. Selain itu dia juga sudah terbiasa menyaksikan nenek dan ibunya dalam menjaga stamina dengan meracik dedaunan yang terdapat di sekitar mereka. Bagi dirinya, berbagai ramuan dari alam itu adalah kearifan yang harus dilestarikan.

“Penduduk di sekitar sini membuat ramuan itu yang kemudian dikemas dalam bentuk yang lebih menarik. Selanjutnya disuguhkan kepada industri wisata ,sehingga masuklah produk wedang uwuh sampai ke pusat oleh-oleh," tutur perempuan yang akrab disapa Hani itu.

Hani menambahkan, tercatat hingga kini sudah ada puluhan industri wedang uwuh di Imogiri. Terlebih lagi setelah wedang uwuh dinyatakan sebagai WBTb oleh Kemendikbud.

Ia mengatakan, usaha wedang uwuhnya yang mempunyai 18 pegawai itu, kini tidak hanya melayani konsumen nasional yang biasanya bisa membeli di pusat oleh-oleh, bandara ataupun di hotel-hotel.

"Saya juga mulai mengekspor wedang uwuhnya ke Kanada, Jeddah, Malaysia, Vietnam dan Nigeria, meskipun hanya dalam jumlah kecil. Saya juga pernah membuat yang ready to drink atau siap diminum ketika kami mengadakan acara 'Minum bersama wedang uwuh' pada tahun 2018. Waktu itu terkumpul 9.178 orang, sehingga kami mendapat rekor MURI," tambahnya.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 



Berita Terkait