Viral di TikTok, Ternyata Ini Asal Muasal dan Arti Salam dari Binjai

Minggu, 24 Oktober 2021 11:01 Eris Kuswara Intermezo

Viral di TikTok, Ternyata Ini Asal Muasal dan Arti Salam dari Binjai

 

Koropak.co.id - Sebuah video TikTok yang menampilkan aksi seorang pemuda dengan kemampuan meninju pohon pisang, pohon kelapa dan lainnya viral di media sosial.

Menariknya, dalam pembukaan dan penutupan videonya, pemuda tersebut selalu mengucapkan 'Salam dari Binjai'.

Diketahui yang mempopulerkannya adalah pemilik akun TikTok @parispernandes_. Dan, video yang diunggahnya itu telah ditonton jutaan kali oleh netizen dan banyak diduetkan pengguna TikTok serta diunggah ulang.

Selain itu, tidak sedikit juga netizen yang melakukan troll hingga memberikan meme balasan terhadap 'Salam dari Binjai' tersebut.

"Udah lu potong belakangnya bro," kata salah satu netizen sebagaimana dihimpun Koropak, Ahad, 24 Oktober 2021.

Sementara itu, dalam video yang diunggahnya, sang pemilik akun tersebut kemudian membuktikan dan merekam bagian belakang pohon pisang.

Sehingga dapat terlihat bahwa pohon itu tampak tak terpotong dan dalam kondisi sempurna.

Tak sedikit ada yang penasaran dan bertanya-tanya apa arti Salam dari Binjai dan mengapa sampai viral di media sosial?

 

Baca : Ditagih Pajak Rp 6 Juta, Seorang Penjual Bakso di Binjai Jadi Sorotan Publik

Diketahui sebenarnya salam dari Binjai itu sendiri tidak memiliki arti khusus dan sapaan tersebut hanya digunakan pemuda itu untuk menunjukkan tempat asalnya, yaitu Binjai.

Dilansir dari Wikipedia, Binjai sendiri terletak 22 kilometer di sebelah barat Kota Medan dan merupakan salah satu kota yang ada di Sumatera Utara.

Binjai itu juga berbatasan langsung dengan Kabupaten Langkat di sebelah barat dan utara, serta berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang di sebelah timur dan selatan.

Sejak lama, Binjai dijuluki sebagai kota rambutan dikarenakan rambutan dari Binjai memang sangatlah terkenal.

Sementara dalam versi lain yang merujuk dari beberapa referensi, asal-muasal kata "Binjai" merupakan kata baku dari istilah "Binjéi" yang merupakan makna dari kata "ben" dan "i-jéi" yang dalam bahasa Karo itu artinya "Bermalam di sini."

Pengertian ini dipercaya oleh masyarakat asli Kota Binjai, khususnya etnis Karo yang merupakan cikal-bakal Kota Binjai pada masa kini.

Hal tersebut tentunya berdasarkan fakta sejarah, bahwa diketahui pada masa dahulu kala, Binjai merupakan perkampungan yang berada di jalur yang digunakan oleh "Perlanja Sira."

Jika diartikan dalam istilah Karo merupakan pedagang yang membawa barang dagangan dari dataran tinggi Karo dan menukarnya (barter) dengan pedagang garam di daerah pesisir Langkat.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 



Berita Terkait