Ini 3 Fase DBD yang Dikenal dengan Siklus Pelana Kuda

Senin, 11 Oktober 2021 15:42 Redaksi Healthy

Ini 3 Fase DBD yang Dikenal dengan Siklus Pelana Kuda

 

Koropak.co.id - Waspada demam berdarah dengue (DBD) di musim hujan adalah pilihan wajib untuk melindungi diri, keluarga dan lingkungan.

Selain meningkatkan kewaspadaan dengan disiplin menerapkan “3M Plus,” kita pun perlu mengetahui bagaimana virus Dengue ini bekerja.

DBD yang disebabkan infeksi virus Dengue ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Jika tidak diantisipasi serius, DBD dapat menyebabkan kematian.

Musim hujan itu sangat besar kemungkinan terjadi genangan air di berbagai tempat. Genangan air ini yang menjadi tempat daur hidup nyamuk.

Waspadai banyak genangan di lingkungan tempat tinggal, tingkatkan daya tahan tubuh dengan perilaku hidup bersih dan sehat, selalu disiplin membuang sampah kuras bak mandi dan jangan menumpuk baju kotor.

Jika ikhtiar sudah dilakukan namun nyamuk tetap menggigit, kita harus mengetahui gejala yang ditimbulkan agar mendapatkan tindakan yang tepat.

Singkatnya begini. Setelah nyamuk menggigit, virus akan mengalir ke dalam darah. Virus dengue akan berada pada tahap inkubasi hingga memunculkan gejala dalam 3 tahapan. Inilah fase DBD yang dikenal dengan “Siklus Pelana Kuda.”

Melalui tulisan dr. Estika Harum Jasa Putri di laman resmi RSU Harapan Ibu, disebutkan mengenai siklus pelana kuda ini.

1. Fase Demam

"Setelah virus mulai menginfeksi, fase pertama akan muncul demam tinggi yang tiba-tiba dan bisa lebih dari 40 ºCelsius. Demam dapat berlangsung selama 2-7 hari," tulis Estika.

Dokter umum, RSU Harapan Ibu ini menerangkan, selain demam akan muncul gejala lain, seperti mual, muntah, sakit kepala, sakit tenggorokan, muncul bintik-bintik kemerahan di kulit, serta nyeri otot, tulang dan sendi.

"Untuk penanganan awal di rumah dapat diberikan banyak minum sebagai asupan cairan, obat penurun panas, dan kompres selanjutnya bisa dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat."

2. Fase kritis

Estika menjelaskan, setelah fase demam, pasien DBD biasanya akan mengalami fase kritis yang mengecoh karena pada tahap ini demam sudah turun drastis sehingga sering dianggap sembuh.

Fase kritis dapat terjadi 3-7 hari sejak demam dan berlangsung selama 24-48 jam. Pada fase ini, cairan tubuh penderita harus dipantau ketat. Pasien tidak boleh kekurangan maupun kelebihan cairan.

Fase ini harus cepat mendapatkan perawatan. Pada beberapa kasus, pasien dapat mengalami syok atau penurunan tekanan darah yang drastis, serta perdarahan pada kulit, hidung, dan gusi.

"Apabila tidak ditangani segera, kondisi ini dapat berakibat fatal."

3. Fase penyembuhan

Setelah fase kritis sudah dilewati dengan penanganan tepat, umumnya pasien DBD akan mengalami demam kembali.

Umumnya saat demam kembali naik, trombosit pun juga akan perlahan naik. Cairan tubuh yang tadinya turun selama dua fase pertama juga pelan-pelan mulai kembali normal.

Fase penyembuhan juga biasanya ditandai dengan nafsu makan yang meningkat, nyeri otot yang membaik, dan rutinitas buang air kecil kembali normal seperti sediakala.

"Selama melalui fase-fase demam berdarah di atas, kondisi penderita harus terus dipantau. Bila muncul keluhan berupa sesak napas, keluar keringat dingin, atau terjadi perdarahan, segeralah ke IGD di rumah sakit terdekat."

 


Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 



Berita Terkait