Tamiya Mulai Jadi Primadona Remaja Kota Tasikmalaya

Senin, 04 Oktober 2021 19:49 Eris Kuswara Hobi

Tamiya Mulai Jadi Primadona Remaja Kota Tasikmalaya

 

Koropak.co.id - Gandrung hiburan generasi muda di Kota Tasikmalaya memang masih di dominasi Garena Free Fire (FF) dan Mobile Legends (ML). Game online yang dimainkan melalui handphone dan mudah ditemukan di Play Store dan iOS ini memang masih menjadi raja.

Tapi jangan salah, tak cuma FF dan ML yang bisa bermain bareng (mabar) rame-rame bersama teman. Permainan yang satu ini juga bisa dimainkan secara bersama-sama. Namanya Mobil Tamiya.

Siang itu, suara mesin menderit-derit terdengar dari beberapa dinamo mesin Tamiya yang melaju kencang pada lintasan khusus, di Area Taman Bermain di Pusat Perkotaan atau tepatnya di Kawasan Jalan HZ Mustofa Kota Tasikmalaya.

Di beberapa sudut tepi lintasan, tampak beberapa remaja pecinta mobil Tamiya tengah asyik merangkai komponen. Mulai dari setting dinamo mesin, bodi mobil hingga membersihkan ban.

Rupanya sejak setahun terakhir ini, di saat pandemi Covid-19 merajalela, banyak anak muda Tasikmalaya beralih dengan kegemaran baru ini. Mereka yang rata-rata usianya ramaja, sedang mengandrungi permainan ini.

Bermodalkan mobil mainan yang bisa berlari sendiri, Tamiya jadi primadona baru. Modelnya adalah miniatur mobil balap rakitan yang terbuat dari plastik atau bahan lain sesuai produsen.

Disebut miniatur memang begitu faktanya. Bentuknya persis seperti mobil balap, namun ini berukuran kecil, berskala 1:20 hingga 1:48. Versi minimatur ini bermesin dinamo dan didukung sumber tenaga dari sepasang baterai AA, serta dikendalikan tanpa remote control.

 

Baca : Mengulik Pirografi, Teknik Lukis Bakar yang Ciamik

Di Tasikmalaya, para pecinta mobil Tamiya tergabung dalam Komunitas Tamiya Tasikmalaya (KTT). Tidak hanya sekadar merakit atau mengoleksi mobil dan komponennya, komunitas ini juga sering mengikuti berbagai kompetisi balap, mulai dari kompetisi antar komunitas di tingkat kota hingga kompetisi ke tingkat nasional yang dibalut dalam sebuah kejuaraan nasional.

Salah seorang pecinta mobil tamiya asal Kota Resik, Dery mengungkapkan bahwa kegemarannya pada mobil Tamiya sudah lama, sejak dia duduk di bangku SD. Puncaknya di tahun 2012, dia semakin tergila-gila dengan mainan asal Jepang tersebut.

Dery berkata, para pencinta Tamiya di Tasikmalaya semakin bertambah. Kesukaannya pada keunikan Tamiya, yang didirikan oleh Yoshio Tamiya sejak tahun 1946-an itu, terobati dengan adanya KTT.

"Saya sudah suka sama Tamiya itu sejak SD. Terus di tahun 2012 Tamiya malah semakin rame dan banyak disenangi baik oleh anak-anak maupun remaja," katanya kepada awak media disela merangkai Tamiya miliknya, Senin (4/10/2021).

Dery mengatakan, hingga saat ini para pecinta Tamiya sering melakukan latihan inten secara bersama-sama, bahkan tidak sedikit juga para pecinta mobil ini selalu mengikuti beberapa event di kejuaraan nasional.

 

Baca : Berhasil Bisnis Produksi Dompet Berkat Duet Ayah-Anak

 

Ia menyebutkan, ada beberapa sirkuit lintasan yang sering dijadikan sebagai sarana untuk berlatih seperti di Garasi Bis Gardena Sindang Kasih Ciamis dan di sebuah kedai kopi yang berada di Jalan Cipedes Tasikmalaya.

"Setiap tahunnya itu pasti ada kejuaraan nasional Tamiya, bahkan minggu besok saja ada kejurnas yang digelar di Bandung. Setidaknya ada sekitar tujuh penghobi dari KTT yang mau berangkat kesana," tambahnya.

Ditempat yang sama, Anggota KTT, Adi atau yang lebih akrab disapa Meong mengatakan bahwa saat ini anggota KTT ada sebanyak 75 orang. Ia juga menyebutkan saat ini ada beberapa kompetisi yang tengah ramai di pertandingan yaitu jenis Tamiya yang original dari produk dari Jepang.

"Untuk kisaran harganya, untuk jenis Side dumper, ada di kisaran harga Rp 2 juta. Sedangkan untuk jenis STO berkisar di harga Rp 4 juta dan itu kualitas yang biasa, karena ada juga yang lebih mahal dari itu," kata Meong.

Menurutnya, dalam bermain mobil Tamiya sendiri diperlukan sebuah ketelitian. Karena bukan saja kecepatan yang diunggulkan, namun harus ditunjang juga dengan keseimbangandan gerak cepat.

Iyu yang menjadi penentu agar mobil Tamiya bisa melaju kencang sampai ke garis finish. "Kekuatan baterai haruslah diukur skalanya, sehingga kekuatannya akan terukur dengan keseimbangan dan bobot mobil," tandasnya.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 



Berita Terkait

Akhir Pekan Saatnya Produktif

Akhir Pekan Saatnya Produktif

31 Maret 2019

Akhir pekan tentunya merupakan waktu yang ditunggu-tunggu oleh sebagian besar orang. Mereka ingin berisitirahat atau memanjakan diri, atau mungkin mereka juga…