Ketika Bandar Rajut Adewin Industries Berbicara Filosofis

Kamis, 16 September 2021 14:19 Nilta Lailatunnisfi Fashion

Ketika Bandar Rajut Adewin Industries Berbicara Filosofis

 

Koropak.co.id - Mempelajari teknik tusukan dalam merajut bukanlah perkara mudah. Memodifikasi warna dalam rajutan tak ubahnya seperti kehidupan; ada tawa, juga tangis air mata.

Ade Tri Julianto (26) bukan seorang ahli filsafat. Tapi siapa sangka, profesi yang dilakoninya sejak era reformasi, 1998 lalu, justru memberikan banyak inspirasi baginya untuk memaknai kehidupan.

"Rajutan adalah seni. Tidak semua orang bisa merajut, butuh keahlian tersendiri," kata Ade, yang karib disapa Ijul, saat dihubungi Koropak.

Ijul adalah pemilik dari CV. Adewin Industries, dikenal di pasaran dengan nama AN Collection. Sebuah perusahaan yang punya beberapa bidang konveksi, seperti rajut, menjahit dan sablon.

Dari semua bisnisnya itu, yang dia fokuskan adalah merajut. Beragam produk dihasilkan dari tusukan jarum dan benang tersebut. "Sweater, outer, cardigan dan tas," katanya.

Tempat produksi rajutan Ijul, di Jalan Cipamokolan Kelurahan Cipamokolan Kecamatan Rancasari Kota Bandung terbilang sederhana. Para karyawan pun tidak memakai seragam khusus.

Filosofi kesederhanaan sebagaimana rajutan yang dibuat. Manual memakai tangan, harus penuh dengan ketenangan, kesabaran dan semangat pantang menyerah.

"Untuk mempertahankan kualitas produk, kami menggunakan material bahan dari benang lalu dirajut menggunakan mesin manual agar menjadi sebuah produk yang memiliki kualitas terbaik," ungkapnya.

 

Baca : Tips Padupadan Cardigan Rajut Ala Selebgram

Ia konsisten dengan hanya menggunakan tangan untuk merajut sebuah produk. Dengan begitu, kata dia, kualitas seni akan tetap terpelihara.

"Bukan hanya karena cara pembuatannya yang menggunakan teknik manual, tapi juga selalu memberikan model terbaru," katanya.

Ijul mengatakan, alasan perusahaannya memilih fokus pada bidang konveksi rajut karena ada peluang dan ada keahlian. Tidak semua orang bisa merajut.

Sebenarnya bukan perkara mampu dan tidak merajut itu, katanya. Tapi perkara siap bertahan atau tidak dalam belajar merajut.

Sekali lagi dia menyebut, sabar saat belajar. Memulai rajutan memang gampang, tapi menyelesaikannya itu yang tidak semua orang bisa.

Meski kualitas rajutan bagus, namun Ijul tidak mematok harga tinggi untuk setiap produknya. "Harga sangat ramah di dompet, mulai dari harga 10.000 hingga 50.000," tutupnya.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 



Berita Terkait

Rekomendasi Mukena untuk Sambut Hari Raya

Rekomendasi Mukena untuk Sambut Hari Raya

30 April 2021

Diketahui bahwa mukena merupakan salah satu perlengkapan alat salat untuk wanita muslim. Zaman dahulu mukena sendiri identik dengan warna putih polos.