Selebgram Aceh, Herlin Kenza Jadi Tersangka Kasus Kerumunan di Lhokseumawe

Minggu, 25 Juli 2021 06:03 Rizky Intermezo

Selebgram Aceh, Herlin Kenza Jadi Tersangka Kasus Kerumunan di Lhokseumawe

 

 

Koropak.co.id - Baru-baru ini, Selebgram Aceh, Herlin Kenza dan pemilik tempat usaha Wulan Kokula di Lhokseumawe, Aceh, ditetapkan sebagai tersangka. Diketahui keduanya dinilai telah membuat kerumunan saat kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro sedang diterapkan.

"Penetapan itu dilakukan setelah tim penyidik memeriksa kedua terduga pelaku dan delapan orang saksi. Termasuk juga dengan satu saksi ahli terkait kerumunan yang terjadi di Pasar Inpres, Lhokseumawe Aceh," kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy, sebagaimana dihimpun Koropak, Minggu (25/7/2021).

Pihaknya juga menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, maka secara umum bisa disimpulkan bahwa kerumunan masyarakat di toko grosir Wulan Kokula tersebut melanggar Kekarantinaan Kesehatan dengan mengabaikan Protokol kesehatan (Prokes), sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 93 undang-undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018 Jo pasal 55 KUHP.

 

Baca : Langgar Prokes, Satpol PP Selidiki Kerumunan Orang Berpesta di Jakarta

"Sudah ditetapkan tersangkanya dan itu berdasarkan hasil pemeriksaan, baik kepada terduga pelaku maupun saksi-saksi. Termasuk juga satu ahli hukum pidana. Sementara itu, saat ini, toko grosir Wulan Kokula pun telah disegel dan dipasang police line oleh Personel Sat Pol PP dan WH Kota Lhokseumawe, serta Personel Polres Lhokseumawe," ucapnya.

Ia menuturkan, penyegelan tersebut dilakukan berdasarkan Peraturan Walikota Lhokseumawe Nomor 44 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 dan Surat Edaran Walikota Lhokseumawe Nomor :100/266/2020, perihal Menutup/Pembatasan Sementara Tempat Keramaian.

"Jika dilihat dari dua dasar hukum tersebut, maka sudah secara jelas toko grosir Wulan Kokula itu telah melakukan pelanggaran terhadap peraturan yang telah ditetapkan pemerintah setempat. Penyegelan tersebut pun terhitung mulai 23 Juli 2021 sampai dengan batas waktu yang belum ditetapkan," ujarnya.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 



Berita Terkait