Tolak PPKM Darurat, Didi Riyadi Kirim Surat Terbuka untuk Jokowi

Sabtu, 17 Juli 2021 07:17 Rizky Intermezo

Tolak PPKM Darurat, Didi Riyadi Kirim Surat Terbuka untuk Jokowi

 

 

Koropak.co.id - Artis sekaligus Musisi Didi Riyadi dikabarkan baru-baru ini menulis surat terbuka untuk Presiden RI, Ir H Joko Widodo. Diketahui dalam surat terbuka tersebut, Didi menolak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Darurat yang saat ini berlaku di Indonesia

Surat tersebut diketahui diunggah pria berusia 31 tahun tersebut melalui akun Instagram pribadinya @didiriyadi_official. Dalam unggahannya, pada awalnya terlihat Didi memperkenalkan diri sebagai rakyat Indonesia yang bekerja sehari-hari sebagai seorang seniman. Selain itu dia juga mengaku sangat peduli dengan bangsa Indonesia, sehingga dirinya berharap agar curahan hatinya tersebut bisa sampai ke Istana.

Pada kesempatan itu, pria 39 tahun ini juga mengaku tidak setuju dengan wacana terkait perpanjangan PPKM Darurat di Jawa dan Bali. Terlebih lagi bukan hanya dirinya saja yang merasakan imbas dari PPKM Darurat tersebut,"Menolak perpanjangan PPKM Darurat Jawa & Bali Alasan: 1. Simple saja Pak, sudah pasti banyak yang kena imbasnya terlebih lagi soal perut, banyak yang tidak bisa kerja, tidak bisa menafkahi keluarga," tulis Didi Riyadi sebagaimana dihimpun Koropak, Sabtu (17/7/2021).

Tidak hanya itu saja, menurutnya, sejak awal pandemi banyak sekali usaha yang gulung tikar, karyawan di PHK, dan seniman hingga musisi juga banyak yang tidak bisa manggung. Selain itu, dengan diadakannya PSBB ataupun PPKM, menurutnya hal tersebut tidak akan mampu untuk mengatasi masalah penyebaran Covid-19.Justru keadaaan tersebut dinilainya akan membuat masalah baru bagi Indonesia, yakni masyarakat yang mati kelaparan.

 

Baca : Didi Riyadi Ceritakan Element Lolos Tsunami

"Perpanjangan PPKM Darurat tidak akan bisa selesaikan wabah, pilihannya seperti buah simalakama, mati karena wabah atau mati karena kelaparan," katanya.

Melalui tulisannya, bintang film Beauty & The Best tersebut juga terlihat bukan hanya sekedar mengkritik hingga memberikan usulan yang mungkin bisa menjadi pertimbangan pemerintah yakni dengan menjalani lockdown, karantina, atau PPKM yang lebih ramah untuk masyarakat menengah ke bawah. Pasalnya akibat kebijakan saat ini, banyak buruh harian yang hanya menerima upah jika mereka bekerja pada hari itu dan berdagang pada hari itu. Terlebih, tak sedikit pula masyarakat yang tidak memiliki penghasilan bulanan yang tetap.

"Saya berharap agar pemerintah bisa mempertimbangkan usulan ini, dan jika hasil dari PPKM Darurat Jakarta dan Bali tidak berdampak signifikan dan berkorelasi dengan penurunan kasus Covid-19, maka bisa melakukan evaluasi strategi kebijakan dan koordinasi antar lembaga. Kemudian juga bisa melakukan sosialisasi dan edukasi secara masif tentang penanganan bagi yang terpapar Covid-19 dan pola hidup sehat untuk melawan Covid-19," ucapnya.

Ia menambahkan, selanjutnya juga menggali ide dan terobosan baru dalam membuat kebijakan yang tidak terus menerus dan tidak hanya bersifat aturan, melainkan juga bersifat solutif bagi masyarakat yang terkena imbas ditetapkannya aturan tersebut. Terakhir, dia juga mendorong pemerintah untuk tidak hanya mengidentifikasi mereka yang terpapar Covid-19, melainkan juga turut mengidentifikasi mereka yang terdampak pandemi secara ekonomi dengan alat ukur yang tepat.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 



Berita Terkait