Berhati-hati dalam Memilih Makanan Pada Saat Lebaran

Kamis, 13 Mei 2021 06:15 Rizky Healthy

Berhati-hati dalam Memilih Makanan Pada Saat Lebaran

 

Koropak.co.id - Diketahui pada saat Lebaran tiba, biasanya seseorang itu akan cenderung mengonsumsi banyak makanan bersama keluarga. Karena, pada saat lebaran, biasanya menu-menu yang disajikan pun beragam, mulai dari yang pedas hingga bersantan. Akan tetapi kamu juga harus berhati-hati dalam memilih makanan.

Dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit UI, Muhammad Hafiz Aini mengatakan, mengurangi santan adalah salah satu cara dalam menjaga tubuh agar tetap sehat selama Lebaran,"Kita bisa menggunakan prinsip isi piringku, dilengkapi dengan makanan pokok, lauk-pauk, sayur, dan buah. Kemudian untuk jumlah sayur dan buah yang dicukupi hingga setengah piring saja. Usahakan juga untuk mengurangi penggunaan santan," kata dr. Hafiz sebagaimana dihimpun Koropak, Rabu (12/5/2021).

Pihaknya pun menyarankan juga untuk menghindari jumlah garam yang berlebihan seperti kerupuk yang tinggi kalori dan natrium serta karbohidrat tersembunyi. Hal itu dilakukan agar tubuh tidak terkena berbagai penyakit, salah satunya hipertensi,"Sebagian besar penderita hipertensi itu tidak merasakan keluhan, sehingga hipertensi tersebut sering disebut juga dengan silent killer. Beberapa gejala hipertensi yang umumnya terjadi di antaranya nyeri dada, dada berdebar, penglihatan buram, mudah lelah, pusing, dan sakit kepala," ucapnya.

 

Baca : Saat Berbuka Boleh Konsumsi Es Krim Namun Tidak Berlebihan

 

Ia menuturkan, sekitar 1 miliar orang di dunia memiliki penyakit hipertensi dan sebanyak dua pertiganya berada di negara-negara berkembang. Kemudian sebanyak 25,8 persen orang dengan hipertensi itu hanya sepertiganya saja yang terdiagnosis. Untuk faktor risiko hipertensi sebenarnya ada dua macam yaitu faktor yang tidak dapat diubah seperti usia, jenis kelamin, genetik. Sementara untuk faktor yang dapat diubah yakni terkait gaya hidup seperti kurang aktivitas fisik, diet tidak sehat yang tinggi garam, obesitas, stres, dan merokok.

"Seseorang dengan tekanan sistol lebih dari 140 dan diastol lebih dari 90, maka mereka harus melakukan kontrol secara rutin hipertensi di fasilitas kesehatan. Namun, jika tekanan darah sistol lebih dari 180 dan diastol lebih dari 120 dan ada keluhan mendadak, maka itu dikenal dengan krisis hipertensi. Sehingga jika seseorang mengalami keadaan ini, maka dia harus segera dibawa ke IGD," ujarnya.

Ia menambahkan, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan pengukuran tekanan darah di rumah yaitu sebelum pengukuran, pastikan untuk istirahat 2 hingga 5 menit, posisi duduk, tidak minum kafein, minum obat rutin, dan tidak menahan buang air kecil. Selanjutnya, untuk  pengukuran sebaiknya dilakukan 2 sampai 3 kali dengan selang 1 menit. Pengukuran itu dilakukan saat pagi atau malam selama 3 hingga 7 hari untuk mendapatkan variasi dan rata-rata tekanan darah.

"Kamu juga disarankan untuk menggunakan alat tensi digital dan jangan lupa untuk kalibrasi alat, dan jangan banyak bergerak saat pengukuran. Sementara itu, bagi yang sudah terlanjur terkena hipertensi, maka diharapkan dia bisa mengendalikan penyakit melalui Periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter, Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat, benar, dan rutin, Tetap diet dengan gizi seimbang, Upayakan aktivitas fisik secara rutin dan aman serta Hindari asap rokok, alkohol, dan zat berbahaya lainnya (PATUH)," tuturnya.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 



Berita Terkait