Jualan Sambil Tunggu Orderan, Cara Driver Ojol Bertahan di Tengah Pandemi

Sabtu, 21 November 2020 16:22 Eris Kuswara Intermezo

Jualan Sambil Tunggu Orderan, Cara Driver Ojol Bertahan di Tengah Pandemi

 

Koropak.co.id - Sarman (34) pengemudi ojek online yang berbeda dengan pengemudi ojek online lainnya, karena Sarman menunggu orderan sambil menjajakan barang dagangannya. Selain itu, Sarman juga selalu mengangkat barang dagangannya tinggi-tinggi setiap ada pengguna jalan yang melintas.

Bahkan di spakbor motornya juga turut ditempeli tulisan Rp 5.000 sebagai penanda harga barang dagangannya. Setelah ditelusuri, dia mengaku terpaksa bekerja sambil berjualan akibat dampak pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.

Sebab, sejak pandemi Covid-19 melanda, order dari pelanggan yang masuk pun turun dua kali lipat. Akibatnya, penghasilan bapak yang memiliki dua orang anak itu juga menurun drastis.

"kalau dulu sehari bisa Rp 140.000, semenjak ada corona ini paling hanya dapat Rp 70.000, itu pun kotor," kata Sarman sebagaimana dihimpun Koropak, Sabtu (21/11/2020).

 

Baca : Pandemi Covid-19 Memaksa Driver Ojol Tetap Survive

 

Dikatakan Sarman, penghasilan dari ojol itu jelas tidak mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. Sebab, untuk kontrakan saja dia harus membayar Rp 500.000 per bulan. Belum lagi, ditambah biaya listrik Rp 200.000. Selain itu, dia juga mempunyai utang ke koperasi dengan cicilan Rp 1,3 juta dan masih tersisa 5 bulan pembayaran lagi dan masih banyak lagi biaya yang perlu dikeluarkan.

"Saya juga bingung, sejak corona ini paling sehari orderan yang masuk cuman tiga sampai empat kali," ucapnya yang sudah menjadi pengemudi ojek online sejak tahun 2017 itu.* (Resna)

 

Baca : Driver Ojek Online ini, Kepala Plontos dan Jenggot Persis Ahmad Dhani

 



Berita Terkait