Seorang Pria Bawa Jenazah Ibu Pakai Keranjang Motor di Boyolali

Jum'at, 30 Oktober 2020 15:12 Eris Kuswara Intermezo

Seorang Pria Bawa Jenazah Ibu Pakai Keranjang Motor di Boyolali


Koropak.co.id - Baru-baru ini netizen dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan seorang pria membawa jenazah yang ditaruh di atas bronjong (keranjang motor). Peristiwa itu sendiri terekam oleh warga pengguna jalan lainnya di jalan raya wilayah Kecamatan Simo, Boyolali. Dalam video itu, tampak jenazah diletakkan pada sebuah papan di atas bronjong yang berada di bagian belakang motor. Jenazah tersebut ditutup kain jarik motif batik dan diikat menggunakan tali ban.

Dalam rekaman video tersebut juga terdengar seorang perempuan yang mempertanyakan benda apa yang dibawa pria itu dikarenakan bentuknya yang mirip seperti jenazah manusia, "Iki wong opo dudu (ini orang atau bukan)," katanya.

Kasat Reskrim Polres Boyolali, Iptu AM Tohari pun membenarkan adanya peristiwa yang viral di media sosial, dan menyatakan bahwa yang dibawa pria tersebut adalah jenazah ibunya dari Jembungan, Banyudono ke Simo. Menurutnya, kejadian dalam video itu berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB.

"Pengendara motor itu bernama Sutejo dan dia membawa jenazah ibunya, bernama Ginem Suharti. Ginem ini meninggal dunia di rumah anaknya, Sri Suyamti warga Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono. Jenazah Ginem hendak dimakamkan di tempat kelahirannya di Desa Kedunglengkong," kata Tohari.

 

Baca : Tragis! Pria Ini Jalan Kaki Gotong Jenazah Anaknya

 

Sesampainya disana (Kedunglengkong) terang Tohari, Sutejo bermaksud memakamkan jenazah ibunya itu. Namun sayangnya oleh kerabat dan warga setempat dibujuk agar dibawa ke rumah dahulu, pasalnya saat itu jenazah Ginem belum disucikan dan masih memakai baju dan dibungkus kain jarik.

"Kami menduga bahwa Sutejo mengalami gangguan jiwa. Berdasarkan hasil keterangan warga yang memandikan jenazah Ginem, tidak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan dan Ginem dinyatakan meninggal dunia karena faktor usia," ucapnya.* (Indri)

 

Baca : Penderita Gangguan Jiwa di Kota Tasikmalaya Butuh Perhatian Keluarga



Berita Terkait