Heboh! Kelelawar Diduga Jadi Penyebab Penyebaran Virus Corona

Rabu, 29 Januari 2020 06:00 Eris Kuswara Intermezo

Heboh! Kelelawar Diduga Jadi Penyebab Penyebaran Virus Corona


Koropak.co.id - Virus corona sampai saat ini masih menjadi perhatian dan perbincangan publik. Bahkan ada yang mengatakan penyebab dari menyebarnya virus tersebut berasal dari daging kelelawar menyusul dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita cantik asal negeri Tiongkok yang memakan sup daging kelelawar beberapa waktu lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Koropak, Selasa (28/1/2020) diketahui wanita cantik tersebut bernama Wang Mengyun, seorang pembawa acara program travel internasional. Namun Wang menyampaikan permohonan maaf setelah videonya yang memakan sup kelelawar membuat geger publik seiring dengan mewabahnya virus corona.

Melalui tulisan di microblog pribadinya, Wang sendiri mengaku tidak mengetahui bahwa kelelawar menjadi penyebab tersebarnya virus corona yang kini memicu kekhawatiran publik dunia. Akan tetapi dia mengaku video tersebut merupakan rekaman pada tahun 2016, namun baru diunggah belum lama ini.

"Ketika merekam video itu, aku tidak menyadari bahwa ada virus, karena aku juga baru tahu akhir-akhir ini. Video itu aku ambil di kepulauan Palau di sebelah barat Pasifik sekitar tiga tahun lalu," kata Wang.

 

Baca : Bisa Bunuh 65 Juta Jiwa, Virus Corona Jadi Perhatian Dunia

Ditambahkan Wang, pada saat itu, dia sedang menjalani shooting sebuah acara wisata dan mencoba hidangan lokal di daerah tersebut termasuk sup kelelawar.

"Aku sungguh tidak mengetahui apabila kelelawar dapat menyebabkan virus. Aku juga benar-benar tidak mengecek informasi atau menjelaskan bahwa sup kelelawar berbahaya," ucapnya.

Akibatnya, Video Wang bersama temannya yang memakan sup kelelawar itu seketika memancing amarah netizen. Bahkan sebagian besar netizen mengatakan seharusnya Wang menyadari sifat mematikan dari kelelawar yang dimakannya.

Terlebih lagi, diduga kelelawar tersebut juga menyebabkan wabah virus SARS yang membunuh 774 jiwa di seluruh dunia pada tahun 2003 lalu. Kini video tersebut sudah dihapus meskipun sudah terlanjur beredar dan turut dibagikan akun lain di media sosial.*

 

Baca pula : Lima Cara Cegah Penyakit Di Musim Hujan