Dihukum Seumur Hidup, Predator Seks Asal Indonesia Jadi Sorotan Dunia

Kamis, 09 Januari 2020 08:21 Eris Kuswara Intermezo

Dihukum Seumur Hidup, Predator Seks Asal Indonesia Jadi Sorotan Dunia

 

Koropak.co.id - Hingga kini Reynard Sinaga menjadi sosok yang berhasil menyita perhatian dunia, khususnya masyarakat Inggris dan publik Tanah Air. Namun sayangnya bukan karena prestasi, melainkan akibat kasus pemerkosaan yang dilakukannya terhadap 48 pria Inggris ditambah dengan 159 serangan seksual yang disertai percobaan pemerkosaan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Koropak, Rabu (8/1/2020) atas kasus yang menimpanya tersebut, membuat Reynard dijuluki sebagai predator seksual tersubur sepanjang sejarah negeri berjuluk Ratu Elizabeth itu.

Atas kasus yang menjeratnya, pria asal Depok, Jawa Barat tersebut divonis penjara seumur hidup oleh Pengadilan Manchester Inggris dikarenakan dia terbukti bersalah atas kasus yang menjeratnya. Tercatat dari 159 kasus yang menjeratnya, terdapat 136 dakwaan pemerkosaan. Terlebih lagi, ada sejumlah korbannya yang sudah beberapa kali diperkosa Reynhard.

Sebelumnya, ibunda Reynard terbang ke Inggris untuk mendampingi Reynard dalam pemeriksaan di pra sidang awal. Namun sayangnya sang ibu memutuskan langsung pulang dan tidak kembali ke Inggris setelah mendengar bukti-bukti di pengadilan.

 

Baca : Kekerasan Seksual Sudah Menjadi Tren Nasional

Diketahui, pria kelahiran Jambi tahun 1983 ini datang ke Inggris pada tahun 2007 lalu dengan menggunakan visa pelajar disaat dia berumur 24 tahun. Secara status sosial, Reynard sendiri tergolong dari keluarga kaya. Tercatat dia juga merupakan alumnus dari Fakultas Arsitektur Universitas Indonesia.

Reynard berhasil merampungkan studi S1-nya di Universitas Indonesia pada 2006 lalu kemudian setahun berikutnya melanjutkan studi di Inggris. Pada saat kasus pemerkosaan yang menghebohkan Inggris itu, Reynhard tengah menempuh studi gelar doktoral pada 2017.

Selain berkuliah di Manchester, Reynard juga pernah mengejar gelar Phd di Leed University pada Ilmu Geografi Manusia. Namun sayangnya, dia tidak bisa merampungkannya. Selain itu, Reynhard juga pernah menyerahkan tesis berjudul "Sexuality and Everyday Transnationalism among South Asian Gay and Bisexual Men in Manchester" pada 2016 lalu.

Akan tetapi, tesis tersebut dinyatakan gagal dan harus diperbaiki. Selama hidup di Manchester, Reynard juga mendapatkan sokongan biaya penuh dari sang ayah yang bekerja sebagai seorang bankir. Termasuk dengan biaya apartemen di Montana House yang menjadi Tempat Kejadian Perkara (TKP) rentetan ratusan pemerkosaan yang dilakukannya.*

 

Baca pula : Terungkap Penyebab Meninggalnya Artis Kondang Ria Irawan



Berita Terkait