Polisi Tetapkan 7 Tersangka Penyiksaan Keji di NTT

Minggu, 03 November 2019 12:43 Eris Kuswara Intermezo

Polisi Tetapkan 7 Tersangka Penyiksaan Keji di NTT

 

Koropak.co.id - Dewasa ini, netizen dibuat geram dengan beredarnya sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan penyiksaan sekelompok warga terhadap gadis berusia 16 tahun. Diketahui, video pendek tersebut terjadi di Desa Babulu, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam video itu, tampak seorang gadis diikat dengan tali tambang plastik.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Koropak, Minggu (3/11/2019) selain itu, talinya juga turut dikaitkan dengan kuda-kuda atap bangunan posyandu desa setempat dan ditarik oleh seorang pria yang diketahui sebagai kepala dusun. Bahkan aksi penyiksaan ini juga turut dilakukan di tempat umum dan menjadi tontonan warga satu kampung, mulai dari anak kecil hingga dewasa.

Korban yang dalam kondisi terikat tampak dicecar sejumlah pertanyaan dan hanya dapat menangis. Sadisnya, beberapa kali oknum kepala dusun juga turut menarik tali hingga korban dari posisi duduk di kursi plastik sampai harus berdiri karena menahan rasa sakit akibat digantung pada bagian siku lengannya.

Tidak hanya itu saja, dalam kondisi yang dipermalukan, beberapa pria dewasa melakukan tindakan keji dengan memukul dan menampar korban. Bahkan dalam video itu sampai ada yang menendang korban dari arah belakang. Diketahui, penyiksaan keji yang dialami korban tersebut berlangsung selama kurang lebih 30 menit lamanya.

 

Koropak.co.id - Polisi Tetapkan 7 Tersangka Penyiksaan Keji di NTT (1)

 

Baca : Polisi Masih Selidiki Kasus Pria Cekoki Kucing Dengan Ciu

Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Sepuh Ade Irsyam Siregar membenarkan peristiwa yang terjadi di Desa Babulu. Kepolisian yang mendapatkan laporan setelah video penyiksaan keji itu viral, telah menangkap tujuh warga yang terlibat dalam penyiksaan.

"Kronologi kejadian ini berawal ketika sejumlah warga menuduh korban telah mencuri perhiasan pada 17 Oktober 2019 lalu, dikarenakan kesal dan emosi membuat mereka kemudian membawa korban ke bangunan posyandu dan mulai menghakiminya," katanya.

Tujuh warga yang ikut dalam persekusi tersebut, ucap Sepuh, telah ditetapkan sebagai tersangka. Hal yang membuat miris, warga terus menuduh korban sudah mencuri perhiasan tanpa ada alasan dan bukti yang kuat. Karena tidak merasa mencuri, korban juga tidak mengaku, namun dikarenakan sudah tidak kuat menahan siksaan pada akhirnya mengaku hingga para pelaku melepasnya.

Selain menetapkan tersangka, pihak kepolisian juga turut menyita barang bukti berupa kursi, tali dan beberapa potongan kayu yang di gunakan para pelaku untuk menghukum korban. Atas perbuatan yang telah mereka lakukan, ketujuh tersangka itu dikenakan Pasal 80 Ayat 1 juncto Pasal 76 Ayat c Undang Undang 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Pasal 170 Ayat 1 dan 2 ke 1e KUHP dengan ancaman 10 tahun penjara.*

 

Baca pula : Netizen Ramai Hujat Anak Yang Jual Ibunya Rp 10.000

 



Berita Terkait