Sengketa, Masjid di Sukoharjo Akan Dijual Pihak Bank

Kamis, 31 Oktober 2019 16:28 Eris Kuswara Intermezo

Sengketa, Masjid di Sukoharjo Akan Dijual Pihak Bank


Koropak.co.id - Baru-baru ini netizen tanah air dihebohkan dengan beredarnya berita yang menyebutkan sebuah masjid yang berada di Sukoharjo akan dijual oleh Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Bahkan berita tersebut juga sudah tersebar di media sosial bahwa masjid itu pun sudah dipasang tulisan "Tanah dan Bangunan Ini dalam Pengawasan BPR Central International".

Berdasarkan informasi yang dihimpun Koropak, Kamis (31/10/2019) diketahui nama masjid dan lokasi yang dimaksud adalah Masjid Riyadhul Jannah yang berada di Bangsri Cilik, Kriwen, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah.

Ketua Takmir Masjid, Mulyono, membenarkan adanya tulisan tersebut namun kini sudah dicopot. Menurutnya, dahulu sertifikat tanah dari lokasi masjid itu diagunkan oleh anak pemiliknya. Namun sayangnya di tengah perjalanan, debitur tersebut tidak dapat membayar hutang kepada BPR Central International, sehingga membuat sertifikatnya sah menjadi milik bank.

"Warga tidak mengetahui jika tanah masjid itu sudah diagunkan dan mereka baru mengetahuinya setelah masjid diresmikan pada tahun 2011. Tahunya sudah ada pihak bank yang datang dan mempertanyakan tanahnya sudah menjadi masjid," kata Mulyono.

 

Koropak.co.id - Sengketa, Masjid di Sukoharjo Akan Dijual Pihak Bank (2)

 

Baca : Jeritan Histeris dan Isak Tangis Warnai Eksekusi Rumah

Dikarenakan sudah telanjur menjadi sebuah masjid, pihak bank pun mengusahakan agar masjid tersebut tidak dibongkar. Bahkan sejumlah tokoh masyarakat pun turut dilibatkan dalam menangani masalah tersebut.

"Kalau dari warga, mereka pasrah saja, karena hubungannya ini dengan uang yang besar. Namun kemarin kami bertemu dengan pihak keluarga atau bekas pemilik tanah, mereka juga sudah pasrah. Namun kami meyakini masjid ini tidak akan dibongkar," ucapnya.

Diketahui tanah masjid tersebut memiliki luas hampir 1.200 meter persegi dan tanah itu juga ditaksir dengan nilai Rp 625 juta. Saat ini terdapat pihak ketiga yang tengah mencari para calon pembeli tanah masjid tersebut. Bahkan Lukas, selaku pihak ketiga dari BPR Central International, menegaskan bahwa dirinya ataupun pihak bank tidak pernah berupaya untuk menyita masjid itu.

"Perlu ditegaskan kami bukan menyita, karena sebenarnya itu juga statusnya memang sudah menjadi milik bank. Akan tetapi kami sekarang akan terus berkomunikasi dengan takmir untuk mencari solusi yang terbaik. Namun kami juga kini sudah mencari calon pembeli yang tepat dan kami sedang mencarikan ustaz atau tokoh-tokoh masyarakat agar nanti dipastikan masjid itu tidak dibongkar," tutur Lukas.*

 

Baca pula : Eksekusi Sengketa Tanah Oleh PN Tasikmalaya

 



Berita Terkait